Kegiatan sosialisasi bertema “Membangun Kepercayaan Diri” dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ivet Semarang bagi siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 3 Boja. Kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Dikron Hadi Saputra dan Kamalia Salmah, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya kepercayaan diri, dengan memanfaatkan media presentasi PowerPoint dan video inspiratif sebagai sarana pembelajaran. Melalui media tersebut, siswa diarahkan untuk meneladani tokoh-tokoh positif yang ditampilkan dalam video inspiratif.

    Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pengenalan strategi praktis, seperti refleksi terhadap kekuatan diri, afirmasi positif, serta diskusi interaktif. Strategi tersebut bertujuan membantu siswa mengenali potensi diri dan mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya. Melalui pemahaman materi, partisipasi aktif, dan latihan keterampilan yang diberikan selama kegiatan sosialisasi, diharapkan siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran maupun dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

1. Apa itu Rasa Percaya Diri.

     Mahasiswa menjelaskan bahwa percaya diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi tugas, tantangan, dan interaksi sosial. Pada usia SMP, siswa sering merasa ragu atau takut salah ketika berbicara di depan kelas atau mencoba hal baru. Itu adalah hal yang biasa, tetapi kepercayaan diri adalah sesuatu yang bisa dikembangkan melalui latihan dan dukungan.

2. Mengapa Percaya Diri Itu Penting?

Siswa SMP berada dalam fase transisi yang membuat mereka mudah membandingkan diri dengan teman sekelas, takut salah, atau khawatir tentang penilaian orang lain. Kepercayaan diri yang baik membantu siswa:

a. Berani bertanya atau menjawab pertanyaan di kelas
b. Berani mencoba hal baru meskipun takut gagal
c. Belajar dari kesalahan tanpa merasa putus asa
d. Menjalin hubungan sosial yang lebih baik


 Penjelasan ini mengacu pada pentingnya membangun pola pikir positif di kelas yang mendukung siswa merasa aman untuk berbicara dan mencoba

3. Strategi Praktis untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

Dalam pemaparannya, mahasiswa juga memberikan strategi sederhana yang bisa diterapkan siswa secara langsung:

a.. Berpikir Positif
Gunakan positive self-talk dengan mengganti pikiran seperti “aku tidak bisa” menjadi “aku akan mencoba dan belajar.” Hal ini membantu siswa mengurangi rasa takut atau ragu.

b.. Tetapkan Tujuan Kecil
Siswa diajak membuat target kecil seperti mencoba menjawab satu pertanyaan di kelas setiap minggu. Mencapai tujuan kecil ini memberi rasa berhasil dan menumbuhkan percaya diri.
c. Rayakan Usaha, Bukan Hanya Hasil
Siswa belajar bahwa usaha keras layak dihargai, dan tidak apa-apa jika hasilnya belum sempurna, karena yang penting adalah prosesnya.

d. Dukungan Teman dan Guru
Lingkungan yang mendukung membuat siswa merasa aman untuk mencoba, berdiskusi, dan berbagi ide tanpa takut dikritik.

4. Manfaat Meningkatkan Kepercayaan Diri

Mahasiswa menekankan bahwa rasa percaya diri tidak hanya mempengaruhi prestasi akademik, tetapi juga hubungan sosial dan kesiapan mental siswa menghadapi masa depan. Siswa yang percaya diri akan:

a. Lebih aktif dalam pembelajaran
b. Mampu berbicara atau presentasi dengan lebih tenang
c. Mampu melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar
Ini membantu menciptakan suasana kelas yang positif dan interaktif.

Kesimpulan Singkat

Materi yang disampaikan oleh dua mahasiswa KKN Universitas Ivet ini menekankan bahwa rasa percaya diri adalah kemampuan yang bisa dibangun, bukan sesuatu yang hanya dimiliki atau tidak. Dengan berpikir positif, menetapkan tujuan kecil, merayakan setiap usaha, dan mendapatkan dukungan teman serta guru, siswa kelas 7 dan 8 dapat lebih yakin menghadapi tantangan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

 

     

 

 

 

 

Cuaca