Penyampaian materi sosialisasi dilakukan oleh Elsa Syarifatul Fadlilah, mahasiswa KKN Universitas Ivet Semarang, sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja individu di bidang Administrasi Kesehatan di Desa Puguh.

Kegiatan sosialisasi hipertensi dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB dan diawali dengan kegiatan senam lansia. Senam yang dilakukan meliputi senam aerobik ringan serta senam peregangan dalam posisi duduk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, menjaga kelenturan otot dan sendi, serta melancarkan peredaran darah pada lansia. Selain itu, senam juga menjadi sarana untuk membangun semangat dan kebersamaan antar peserta sebelum memasuki sesi penyuluhan kesehatan.

Setelah kegiatan senam selesai, acara dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai hipertensi. Penyampaian materi menggunakan media leaflet yang dirancang sederhana dan mudah dipahami oleh lansia. Materi yang disampaikan meliputi pengertian hipertensi, penyebab dan gejalanya, faktor risiko, komplikasi yang dapat ditimbulkan, serta pentingnya pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Dalam penjelasannya, pemateri menekankan bahwa hipertensi sering disebut sebagai “Si Pembunuh Senyap” karena kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal apabila tidak dikendalikan.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengendalian hipertensi melalui konsep “PATUH”, yaitu:
P – Periksa kesehatan secara rutin,
A – Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat,
T – Tetap diet dengan gizi seimbang,
U – Upayakan aktivitas fisik secara teratur, dan
H – Hindari rokok, stres, dan faktor risiko lainnya.

Melalui pendekatan ini, diharapkan lansia mampu menerapkan langkah-langkah sederhana namun konsisten dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman sebagian lansia mengenai bahaya hipertensi masih tergolong rendah. Banyak peserta yang belum sepenuhnya menyadari bahwa hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikontrol secara rutin. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai kesehatan, khususnya terkait penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh kelompok usia lanjut.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan pemeriksaan tekanan darah kepada seluruh peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki tekanan darah di atas batas normal. Setelah pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi lansia.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini memberikan gambaran bahwa upaya edukasi, deteksi dini, serta pendampingan kesehatan secara berkala sangat diperlukan di Desa Puguh. Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran lansia terhadap pentingnya pengendalian hipertensi semakin meningkat sehingga kualitas hidup mereka dapat terjaga dengan lebih baik.

  

 

Cuaca