Ketika AI Masuk Ruang Guru
Ketika AI Masuk Ruang Guru: Sebuah Langkah Kecil untuk Efisiensi Besar
Pernahkah membayangkan membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) lengkap hanya dalam 5 menit? Terdengar mustahil, namun itulah yang dipraktikkan oleh para guru SMP Negeri 3 Boja pada hari Kamis, 5 Februari kemarin.
Melalui kegiatan "Workshop Inovasi Pembelajaran Berbasis AI", paradigma lama tentang administrasi guru yang rumit dan melelahkan mulai bergeser. Kami menyadari bahwa di era Gen-Z, guru harus berlari beriringan dengan teknologi.
Materi yang terdengar 'canggih' ini dibedah dengan sangat apik oleh Anshoriluddin Royanal Firdaus, narasumber yang merupakan Mahasiswa Prodi Sistem dan Teknologi Informasi universitas IVET Semarang . Dengan gaya penyampaian yang santai dan interaktif, beliau berhasil menyederhanakan konsep AI yang rumit menjadi langkah-langkah praktis yang mudah dipahami. Ia tidak hanya mengajarkan teknis, tetapi juga menanamkan pola pikir bahwa AI adalah mitra kolaborasi bagi guru.
Dalam satu sesi yang padat namun menyenangkan, para guru belajar "berbicara" dengan AI. Bukan sekadar menyalin-tempel, para guru belajar meracik prompt (perintah) yang spesifik agar AI menghasilkan ide ice breaking yang seru, materi ajar yang relevan dengan konteks lokal, hingga soal ujian yang menantang nalar siswa.
Workshop ini membuktikan bahwa teknologi tidak akan menggantikan guru hebat, namun teknologi di tangan guru yang hebat akan menjadi transformasional. Kini, guru-guru kami siap menyambut siswa di kelas dengan energi yang lebih segar, karena beban administrasi telah "dibantu" oleh asisten digital mereka.